Ternyata Masih Ada Minyak Mentah Indonesia yang Diekspor ke Luar negeri,Ini Sebabnya
JAKARTA- Pemerintah saat ini terus memperkuat cadangan minyak mentah (crude oil) untuk kebutuhan domestik. Salah satunya dengan menimpor minyak mentah dari luar negeri.
Namun di tengah kebijakan itu, ternyata masih ada minyak mentah Indonesia yang diekspor ke luar negeri.
Kondisi itu tak ditampik Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto. Namun demikian, ia mengatakan jumlah ekspor minyak mentah tersebut relatif masih sangat kecil dibandingkan dengan total produksi minyak nasional.
“Sekarang sudah 90 hampir 98%, membaik," ungkap Djoko, saat ditanya berapa besar porsi produksi minyak nasional yang diolah di kilang domestik.
Dilansir dari cnbcindonesia, Djoko Siswanto menyebutkan bahwa saat ini hampir seluruh hasil produksi minyak dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Tanah Air dialokasikan untuk kebutuhan kilang domestik.
Hingga saat ini, pemerintah memang belum mengeluarkan kebijakan resmi mengenai larangan ekspor minyak mentah secara total.
Dikatakannya, pemerinatah tetap memberikan ruang ekspor bagi perusahaan yang sudah terikat kontrak, namun dengan tetap melakukan upaya negosiasi jika kebutuhan domestik meningkat.
"Tahun ini belum ada, belum ada kebijakannya tahun ini tidak diberikan rekomendasi ekspor kecuali kan yang sudah terkontrak. Nah, yang sudah terkontrak itu kontraknya kita melakukan negosiasi karena ada klausul bahwa untuk menghentikan kontrak menunda gitu pelaksanaannya itu harus ada kebijakan dari pemerintah," tambahnya
Dengan adanya penemuan baru dari lapangan migas dan hasil negosiasi pengalihan kargo ekspor, pihaknya optimis ketahanan energi di dalam negeri dipastikan terjaga.
Strategi memprioritaskan pasokan domestik tersebut diharapkan dapat terus meningkatkan angka serapan minyak dan gas nasional di masa mendatang.
"Jadi yang penting dalam negeri sudah penuh dulu sisanya tetap diekspor," pungkasnya. *