Telah Lama Beroperasi di Indonesia, Perusahaan Migas Dunia Tetap Bertahan Garap Hulu Migas, Ini Sebabnya
JAKARTA- Sejumlah perusahaan migas dunia, menyatakan tetap berminat mengelola sektor hulu migas Indonesia. Ada kebijakan terbaru pemerintah, yang membuat perusahaan-perusahaan itu menyatakan bertahan.
Salah satunya adalah terkait kebijakan pemerintah yang kembali membuka skema kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) cost recovery di samping skema Gross Split.
Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM RI, Laode Sulaeman, belum lama ini.
Dilansir dari cnbcindonesia, Laode mengungkapkan, minat itu telah dinyatakan beberapa investor migas,baik dari Eropa maupun Timur Tengah.
"Kalau kita lihat di negara kita ini kan ada dari Itali, ENI. Kemudian tetangga kita Petronas ada, PetroChina ada. Kemudian dari Timur Tengah ada Mubadala. Jadi banyaklah negara-negara dari luar," ujarnyq.
Ditambahkannya, selama beberapa tahun terakhir pemerintah lebih condong mendorong penggunaan skema gross split. Namun kini, pemerintah menjalankan kedua skema tersebut secara bersamaan.
"Sebelumnya yang PSC ini sudah kita batasi, kita lebih berpihak kepada Gross Split. Tapi sekarang dua-duanya kita jalankan dan diberikan insentif-insentif. Sehingga pelaku-pelaku lama yang dulunya sudah keluar tertarik untuk kembali. Seperti itu, jadi kita melihat di fiscal term-nya menarik, mereka mau balik," ujarnya. *