Proyek IDD Dibuka Lagi, Sektor Hulu Migas Bakal Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
JAKARTA – Sebuah langkah signifikan dalam sektor hulu migas, kembali dibuka. Diperkirakan akan ada ratusan ribu tenaga kerja yang bakal terserap.
Hal ini berkaitan dengan dibukanya kembali salah satu proyek migas terbesar di Indonesia, yakni Indonesia Deepwater Development (IDD).
Dibukanya proyek IDD tersebut setelah ditetapkannya Final Investment Decision (FID) oleh ENI yang juga disetujui oleh pemerintah.
Langkah ini menjadi salah satu tonggak penting dalam industri hulu migas di Tanah Air, setelah proyek IDD tidak terlihat progresnya hingga belasan tahun.
Dilansir dari duniaenergi.com, total investasi yang ditetapkan lebih dari US$15 miliar.
Menurut Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Djoko Siswanto, adalah Konsorsium Tripatra – Samsung yang disetujui pemerintah mengerjakan EPC 1 Banyu Urip, dengan final EPC project nilainya US1,2 miliar US$ (original contract nya 760 jutaan US$).
Proyek ini mampu menyerap sekitar 300 ribu tenaga kerja.
Selain itu, ENI resmi mendapatkan persetujuan Final Investment Decision (FID) untuk pengembangan proyek gas Gendalo–Gandang (South Hub) serta Geng North–Gehem (North Hub) di lepas pantai Kalimantan Timur.
Untuk dua tempat ini, nilai investasinya mencapai lebih dari US$15 miliar.
Pengembangan Gendalo dan Gandang akan dilakukan pada kedalaman laut 1.000–1.800 meter. Di lokasi ini, akan dilakukan pengeboran tujuh sumur produksi.
Sementara itu, proyek North Hub mencakup pengeboran 16 sumur produksi di kedalaman 1.700–2.000 meter.
Secara keseluruhan, dua proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 10 triliun kaki kubik gas (TCF) serta 550 juta barel kondensat.
Produksi diproyeksikan pada tahun 2028 dan mencapai puncaknya pada 2029 dengan kapasitas sekitar 2 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) dan 90.000 barel kondensat per hari. *