Tahun 2026, Riau Masih Jadi Tumpuan Lifting Minyak Nasional
PEKANBARU - Pada tahun 2026 ini, Riau masih tetap diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional. Riau diproyeksikan bisa memproduksi 182.000 barel per hari (bopd).
Demikian diungkapkan Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Sebastian Julius. Menurutnya, Riau masih memegang peran strategis dalam industri hulu migas nasional,
Meskipun saat ini sektor hulu migas harus menghadapi tantangan berupa penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan tua, berbagai program peningkatan produksi terus dijalankan. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kontribusi Riau terhadap ketahanan energi nasional.
Khususnya melalui kontribusi dari Blok Rokan yang hingga kini menjadi salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia.
Dilansir dari bisnis.com, kondisi produksi migas di Riau saat ini relatif terjaga melalui kombinasi kegiatan pengeboran sumur baru, workover, well intervention, optimalisasi fasilitas produksi hingga penerapan berbagai teknologi peningkatan perolehan minyak.
Sebagian lapangan migas di Riau memang telah memasuki fase matang atau mature field sehingga menghadapi tantangan natural decline.
Namun, berbagai inovasi teknologi, peningkatan eksplorasi, dan pengembangan cadangan yang belum diproduksikan diharapkan dapat membantu menjaga tingkat produksi.
Untuk mempertahankan produksi, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menerapkan teknologi chemical enhanced oil recovery (CEOR) dan multi-stage fracturing (MSF).
Teknologi MSF diterapkan untuk mengoptimalkan reservoir berkualitas rendah yang sebelumnya sulit diproduksikan secara ekonomis.
Sedangkan EOR terus dikembangkan guna meningkatkan faktor perolehan minyak dari lapangan-lapangan tua.
Sebastian menjelaskan keberhasilan implementasi EOR tidak hanya diukur dari tambahan produksi harian, tetapi juga dari kemampuannya meningkatkan recovery factor dan memperpanjang umur produktif lapangan migas.
Selain itu, eksplorasi cadangan baru dan pengembangan migas nonkonvensional (MNK) juga terus didorong sebagai sumber pertumbuhan produksi jangka panjang.
Hingga pertengahan 2026, realisasi kegiatan operasional di Riau menunjukkan perkembangan positif. Progres pengeboran sumur pengembangan telah mencapai 20,03% dari target tahunan, sementara kegiatan workover mencapai 33,77% dan well intervention sebesar 27,13%. *