Diminati Investor, Lelang 9 Blok Migas Laku Keras, Tembus USD 84,7 Juta
JAKARTA-Sektor hulu migas di Tanah Air, terbukti masih memiliki magnet yang kuat dalam pandangan investor global.
Hal itu tampak dalam pengumuman sembilan pemenang lelang wilayah kerja (WK) migas, yang dirilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini. Hasilnya, lelang itu menghasilkan total komitmen investasi yang mencapai USD 84,7 juta.
Tak hanya itu, negara juga mengantongi tambahan bonus tanda tangan sebesar USD 3,65 juta.
Dilansir dari ruangeneegi.com, hal menunjukkan keseriusan para investor dalam menggarap potensi energi yang dimiliki Indonesia.
Sembilan blok yang dilelang tersebar di berbagai kawasan strategis, mulai dari Indonesia timur hingga barat. Wilayah tersebut meliputi: Bintuni. Karunia. Drawa. Jalu. Southwest Andaman. Barong. Delapan Muaro. Tapah. Nawasena
Sejumlah nama besar ikut memenangkan lelang ini, termasuk konsorsium internasional seperti BP, CNOOC, hingga perusahaan nasional seperti PT Sele Raya dan Medco Energi.
Dengan hanya sekitar 20 dari 128 cekungan migas yang saat ini sudah berproduksi, peluang eksplorasi di Indonesia masih sangat besar.
Lelang ini pun bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga menjadi penanda bahwa sektor migas Indonesia masih menyimpan harta karun yang belum tergali dan dunia mulai kembali meliriknya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT BSP, Raihan, mengatakan, pihaknya terus berupaya memaksimalkan hasil produksi di lapangan CPP Blok. Salah satunya dengan terus menambah sumur produksi.
Dikatakan, prinsip keberlanjutan atau sustainability juga menjadi landasan penting bagi PT BSP dalam menjalankan operasional perusahaan ke depan.
Ditambahkannya, manajemen PT BSP tidak hanya mengejar kinerja bisnis semata, tetapi juga memastikan operasional yang dilakukan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan daerah. *