Begini Pentingnya Pengelolaan Data dalam Dunia Migas Global Saat Ini
JAKARTA- Pemerintah RI melalui Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) menyadari pentingnya pengelolaan data yang mumpuni, terkait aktivitas di sektor hulu migas.
Seperti disampaikan Inspektur Migas Muda Kementerian ESDM, Mamik Cahyono, tren global saat ini mengarah pada digitalisasi, standardisasi, transparansi, dan aksesibilitas data.
Dengan digitalisasi data, proses pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Kondisi ini telah diterapkan di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Norwegia. Negara tetangga seperti Malaysia juga telah menerapkannya.
‘sharing data juga dapat meningkatkan efisiensi eksplorasi dan eksploitasi migas,” ujarnya, seperti dilansir dari situs Ditjen Migas Kementerian ESDM.
Ditambahkannya, tren global pengelolaan data saat ini juga mengedepankan standardisasi format data dalam seluruh siklus kegiatan usaha migas, transparansi setelah masa kerahasiaan data berakhir, serta akses berbasis web yang memungkinkan visualisasi dan pemrosesan data secara langsung.
Untuk mewujudkan hal itu, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, menjadi kekuatan utama dalam pengembangan sistem pengelolaan data migas.
Namun demikian, terdapat sejumlah tantangan seperti ketergantungan terhadap vendor global, kompleksitas migrasi data legacy, hingga kebutuhan sumber daya besar untuk konversi data lama ke format yang lebih modern dan terstandarisasi.
“Sementara itu, transparansi data dapat meningkatkan daya tarik investasi dan mendukung pemanfaatan artificial intelligence (AI). Namun, tetap terdapat resiko seperti ancaman siber terhadap data strategis serta isu kedaulatan data,” tambahnya.
Mamik juga menyoroti kebutuhan pemanfaatan data survei umum untuk mendukung pemenuhan komitmen pasti eksplorasi, baik pada wilayah kerja reguler maupun wilayah alih kelola dan perpanjangan kontrak.
“Kami melihat adanya kebutuhan agar data survei umum dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari pemenuhan sisa komitmen pasti eksplorasi dan komitmen kerja pasti.” ujarnya. *