Wujudkan Kemandirian Energi, Dua Hal Ini Jadi Kuncinya
JAKARTA - Indonesia telah menetapkan target untuk tampil sebagai negara yang mandiri dalam penyediaan energi. Untuk mewujudkan hal itu, pengeboran sumur migas dan teknologi adakah kuncinya.
Seperti dituturkan Wakil Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Virano Nasution, pemenuhan energi nasional dimulai dari ketersediaan sumur pemboran, yang mencakup upaya menahan laju penurunan produksi alami di lapangan-lapangan mature, membuka potensi sumber daya baru di kawasan Indonesia Timur hingga mengoptimalkan potensi gas bumi yang melimpah.
“Energi di Indonesia bukan sekadar teori abstrak, melainkan fondasi utama bagi keberlangsungan hidup lebih dari 280 juta orang yang tersebar di 17.000 pulau," ujarnya, dipansir dari okezone.
Mendukung agenda tersebut, ungkap Virano, PHE aktif menjalankan program pengeboran masif dengan laju tertinggi dalam beberapa dekade terakhir melalui penggerakan ratusan sumur pengembangan, pekerjaan workover sumur dan komitmen eksplorasi di seluruh wilayah kerja di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Mulai dari Blok Rokan dan Sumatera Selatan hingga Kalimantan dan wilayah Indonesia Timur.
Ditambahkannya, sumur-sumur migas masa depan di kawasan Asia Pasifik memiliki karakter yang semakin kompleks, bersuhu dan bertekanan lebih tinggi, serta berada di lokasi yang semakin terpencil, sehingga menuntut teknologi terbaik, armada rig dan kru yang andal, dukungan riset akademis, serta kerangka regulasi yang ramah investasi.
"Industri hulu migas Indonesia membutuhkan talenta, transfer teknologi dalam bidang eksplorasi, pemboran pengembangan, Enhanced Oil Recovery (EOR), serta Carbon Capture and Storage (CCS)," ujarnya lagi. *