Tegas, Proyek Migas di Bawah Rp100 Miliar Jadi Jatah Pengusaha Daerah
JAKARTA – Ada kabar gembira bagi pengusaha di daerah. Hal itu berkaitan dengan proyek di lingkungan hulu minyak dan gas bumi (migas). Hal itu setelah.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, bahwa proyek migas bernilai di bawah Rp100 miliar akan diprioritaskan untuk pengusaha daerah.
Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat kapasitas industri lokal di wilayah penghasil migas.
Menurut Bahlil, instruksi ini telah disampaikan kepada SKK Migas dan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).
“Saya sudah perintahkan, untuk proyek di bawah Rp100 miliar, tidak boleh pekerjaan itu dikerjakan oleh orang Jakarta, kasih pekerjaan itu kepada anak-anak daerah di mana lokasi itu ada. Itu sebagai bentuk afirmatif saya, sebagai Menteri ESDM,” ujarnya, seperti dilansir holopis.com.
Menurut Bahlil, kebijakan ini juga merubah kebiasaan yang selama ini terjadi. Dikatakan, dahulunya proyek-proyek migas bernilai Rp30-40 miliar banyak dikerjakan perusahaan berbasis di Jakarta.
Dengan adanya perubahan ini, Kini, peluang bagi pelaku usaha lokal menjadi lebih besar.
Namun demikian, ia menekankan bahwa prioritas tersebut hanya berlaku bagi pengusaha daerah yang benar-benar memiliki kesiapan teknis dan manajerial, bukan sekadar mengajukan proposal tanpa kompetensi memadai.
“Dulu proyek ini cuma Rp30-40 miliar dikerjakan semua (orang) di Jakarta. Sekarang kita kasih semua ke anak-anak daerah, tapi anak-anak daerah yang siap, Jangan anak-anak daerah yang siap proposal saja,” tegas Bahlil. *