Produksi Harian Minyak RI Dalam 6 Bulan Pertama tak Capai Target, Ternyata Ini Penyebabnya
JAKARTA- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memaparkan produksi minyak rata-rata selama Januari-Juli 2026. Hasilnya, produksi minyak RI tercatat mencapai 578.156 barel per hari (bph).
Angka itu masih lebih rendah atau baru sekitar 95% dari target produksi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang ditetapkan sebesar 610.000 bph.
Terkait hal itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM RI, Laode Sulaeman menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi itu terjadi.
Dilansir dari cnbcindonesia, Laode menerangkan penyebab pertama adalah akibat kebocoran dan kebakaran pipa PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) Area KP 222 pada 2 Januari 2026 dan KP 294 pada 9 Januari 2026. Dimana kejadian itu menyebabkan terganggunya pasokan gas untuk produksi minyak di Wilayah Kerja (WK) atau Blok Rokan, Riau, yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Namun saat ini perbaikannya telah diselesaikan.
Kedua, juga terjadi di WK Rokan, yakni terjadinya gangguan kendala sistem kelistrikan. Gangguan pada pembangkit listrik MCTN.
Dia mengakui, saat ini sistem kelistrikan di WK Rokan ini masih belum pulih. Karena masih terdapat satu unit (Unit 3) yang sampai saat ini masih diupayakan untuk dapat dioperasikan kembali secara penuh.
"Yang kedua juga masih di Rokan, ini terkait dengan kendala sistem kelistrikan yang hingga saat ini masih kami upayakan agar pembangkit ini nanti bisa segera kita perbaiki dan dioperasikan kembali, sehingga bisa optimal kembali produksi di Blok Rokan," jelas Laode saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Faktor ketiga, adanya kendala operasional pada WK Cepu dan terjadinya percepatan penurunan laju produksi alamiah (natural decline).
Perlu diketahui, realisasi produksi minyak pada 2025 tercatat sebesar 606,1 ribu bph dan produksi gas sebesar 6.753 MMSCFD. Bila dibandingkan dengan realisasi 2025 tersebut, artinya produksi minyak dan gas bumi pada 2026 ini mengalami penurunan. *