Optimis Peluang ke Depan, Indonesia Buka Kerja Sama Global untuk Investasi Hulu Migas
HOUSTON - Berbagai langkah terus ditempuh Pemerintah, dalam upaya meningkatkan investasi pada sektor minyak dan gas bumi (migas) di Tanah Air. Salah satunya, dengan terus membuka peluang kerja sama secara global.
Penawaran kerja sama tersebut disampaikan Pemerintah RI dalam forum “Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership” di Houston, baru-baru ini.
Septiandi Sampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Indroyono Susilo, pemerintah terus memperkuat fondasi investasi di sektor hulu migas melalui beberapa metode. Mulai dari perbaikan regulasi serta, kepastian hukum dan penyiapan wilayah kerja migas yang kompetitif.
Dilansir dari rri.com, pernyataan Dubes tersebut juga diperkuat
Senior Manager - Oilfield Development SKK Migas, Wilson Pariangan.
Dalam kesempatan itu, ia memaparkan bahwa Indonesia menyimpan peluang besar yang belum tergarap. Dari 128 cekungan migas yang ada, baru 20 yang berproduksi, sementara 43 masih dalam tahap eksplorasi dan 65 belum tersentuh.
“Dengan potensi mencapai 2,7 miliar barel minyak dan 39,35 TCF gas, serta 158 blok migas yang tersedia, Indonesia menawarkan peluang investasi yang nyata dengan sistem yang semakin kompetitif dan ramah investor,” ujar Wilson.
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menegaskan, Indonesia tidak hanya menawarkan potensi. Tetapi juga telah membuktikan kemampuan untuk mengonversinya menjadi produksi nyata.
“Indonesia adalah frontier energy opportunity yang belum sepenuhnya tergarap, dan saat ini adalah momentum terbaik bagi investor untuk masuk. Kami tidak hanya bicara potensi, tetapi juga eksekusi,” kata Oki.
Ditambahkannya, Pertamina secara konsisten menunjukkan kinerja eksplorasi yang solid. Pada 2025, perusahaan melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi, dengan delapan di antaranya berhasil menemukan cadangan baru.
“Dengan dukungan survei seismik 2.931 km (2D) dan 855 km² (3D), kami memastikan setiap langkah eksplorasi berbasis data yang kuat, sehingga memberikan tingkat keyakinan yang lebih tinggi bagi investor,” lanjut Oki.
Selain itu, peluang investasi tidak hanya berada pada eksplorasi baru, tetapi juga pada peningkatan produksi dari aset eksisting. Implementasi teknologi seperti Chemical EOR, Thermal EOR, optimalisasi reservoir berkualitas rendah, serta program infill telah terbukti meningkatkan produksi di lapangan strategis. *