Hingga April, Produksi Minyak RI Capai 576.700 Barel
JAKARTA- Produksi minyak nasional hingga April 2026 mencapai 576.700 barel per hari (BPH).
Demikian diungkapkan Deputi Eksploitasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Surya Widyantoro, dalam rilisnya baru-baru ini
"Produksi sampai dengan Januari-April year on year itu di 576.700 barrel oil per day, rata rata yang April ini, sampai dengan April karena kita punya data akhir April harian yang Mei masih berjalan," ujarnya, seperti dilansir dari cnbcindonesia.
Ditambahkannya, pemerintah juga mengarahkan bahwa produksi minyak bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) diprioritaskan untuk kebutuhan domestik, khususnya pasokan kilang dalam negeri.
"Sekarang ini dengan kondisi global tadi dan mengikuti arahan Bapak Presiden bahwa produksi dan jatah KKKS itu dijual ke kilang Pertamina," kata dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan terdapat tiga strategi yang digunakan pemerintah dalam menggenjot lifting minyak. Pertama metode peningkatan produksi minyak melalui Enhanced Oil Recovery (EOR) pada sumur eksisting.
Selanjutnya mempercepat produksi dari lapangan-lapangan migas yang sudah mendapatkan persetujuan Plan of Development (POD). Saat ini, setidaknya terdapat 300-an lebih lapangan yang sudah dalam proses persetujuan POD.
Kemudian strategi berikutnya adalah peningkatan produksi melalui pemanfaatan sumur-sumur yang selama ini tidak aktif (idle wells) serta sumur-sumur tua yang masih memiliki potensi.
"Bapak-Ibu semua, total sumur kita di luar sumur masyarakat, di luar sumur masyarakat, total sumur kita itu kurang lebih sekitar 40 ribu sumur. 39, hampir 40 ribu sumur," kata Bahlil. *