Dongkrak Lifting Migas, DPR Minta Pertamina Segera Lakukan Langkah Ini
JAKARTA- DPR meminta PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempercepat eksplorasi wilayah kerja migas. Langkah ini dinilai perlu untuk meningkatkan lifting minyak nasional
Hal itu disampaikan anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR RI bersama jajaran direksi PT Pertamina Hulu Energi beserta seluruh direktur regional dan general manager zona, belum lama ini.
Rapat tersebut membahas realisasi lifting migas 2025–2026 dan strategi percepatan peningkatan lifting migas nasional.
Dalam kesempatan itu, Ramson menyoroti penurunan produksi minyak nasional yang dinilainya masih menjadi tantangan besar bagi Pertamina pasca pengelolaan sejumlah blok migas strategis dari kontraktor asing.
“Target lifting minyak 2026 hanya naik sekitar delapan ribu barrel per day dibandingkan 2025. Ini terlalu kecil. Pertamina harus bergerak lebih progresif,” tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra ini.
Menurutnya, upaya peningkatan lifting tidak cukup hanya dengan menahan laju natural decline melalui optimalisasi lapangan tua maupun penerapan enhanced oil recovery (EOR). Ia menekankan bahwa percepatan eksplorasi wilayah kerja baru harus menjadi prioritas utama.
“Yang saya lihat, titik terlemah Pertamina saat ini adalah percepatan eksplorasi. Kalau natural decline terjadi, itu harus diimbangi dengan langkah eksplorasi yang lebih cepat,” ujarnya lagi, seperti dilansir dari website niagaasia.
Ia mengingatkan, Indonesia pernah mencapai lifting minyak sebesar 1,3 juta barrel per day pada 2001. Namun angka itu terus mengalami penurunan hingga berada di kisaran 600 ribu barrel per day saat ini.
Karena itu, ia berharap PHE dapat memanfaatkan mandat besar yang telah diberikan pemerintah untuk mempercepat peningkatan lifting migas nasional. *