BSP Luruskan Soal Kontrak Kendaraan USD 35 Juta, Ini Faktanya
Pekanbaru - PT Bumi Siak Pusako (BSP) meluruskan soal nilai kontrak 35 juta dollar untuk pengadaan kendaraan operasional. Kontrak dipastikan tak seperti kabar yang beredar luas di masyarakat.
Corporate Secretary PT Bumi Siak Pusako, Ardian Ardi, menyebut pihak manajemen berkomitmen menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga seluruh masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh terhadap berbagai kebijakan dan langkah strategis perusahaan.
Luruskan Informasi Pengadaan Kendaraan Operasional
“Informasi mengenai nilai kontrak sebesar USD 35 juta tidak mencerminkan nilai kontrak yang sesungguhnya. Nilai kontrak yang sebenarnya secara signifikan jauh lebih rendah dari angka yang diberitakan. Karena itu, kami memandang perlu menyampaikan fakta yang benar agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat,” kata Ardian, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa pengadaan dilaksanakan melalui mekanisme tender yang terbuka, kompetitif, transparan, dan mengacu pada ketentuan pengadaan perusahaan. Seluruh tahapan telah berjalan sesuai prosedur dan tidak terdapat sanggahan dari peserta lelang, sehingga proses tersebut telah memenuhi prinsip kepatuhan, akuntabilitas, transparansi, serta Good Corporate Governance (GCG).
BSP juga menegaskan pengadaan tersebut bukan merupakan penambahan fasilitas baru, melainkan bagian dari penggantian kendaraan operasional sewa yang masa kontraknya telah berakhir. Langkah tersebut dilakukan demi memastikan keberlangsungan operasional perusahaan tetap berjalan secara efektif, aman, dan berkesinambungan dalam mendukung kegiatan operasi dan produksi migas.
Selain mempertimbangkan kebutuhan operasional, pengadaan tersebut juga didasarkan pada aspek efisiensi biaya dan kesinambungan layanan. Termasuk juga perencanaan bisnis perusahaan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Manajemen menyampaikan bahwa kontrak dimaksud bukan merupakan kontrak yang ditandatangani oleh Direksi BSP yang saat ini menjabat. Meskipun demikian, seluruh kontrak yang masih berjalan tetap menjadi bagian dari proses evaluasi manajemen demi memastikan pelaksanaan memberi manfaat optimal bagi perusahaan, berjalan secara efisien, serta tetap sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Manajemen Fokus Penyelesaian Program Strategis terkait Komitmen Permasalahan Pipa Salur
Ardian menyebut Direktur BSP saat ini baru menerima amanah memimpin perusahaan sekitar satu bulan yang lalu. Pada fase awal kepemimpinan tersebut, manajemen memfokuskan perhatian pada evaluasi menyeluruh terhadap kondisi operasional perusahaan, penguatan tata kelola, serta percepatan penyelesaian berbagai program strategis yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
“Salah satu prioritas utama Direktur adalah percepatan penyelesaian sistem penyaluran minyak mentah melalui jaringan pipa yang selama beberapa tahun menjadi tantangan operasional perusahaan. Permasalahan tersebut berdampak terhadap keandalan operasi, efisiensi biaya, serta optimalisasi produksi” tegas Ardian
Saat ini BSP tengah melakukan berbagai langkah percepatan melalui evaluasi teknis, kajian keekonomian, dan koordinasi intensif bersama para pemangku kepentingan guna menghadirkan solusi yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Manajemen meyakini bahwa penyelesaian tantangan operasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun membutuhkan proses yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Oleh karena itu, fokus utama perusahaan saat ini adalah menghadirkan solusi nyata yang mampu memperkuat keandalan operasi, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah bagi perusahaan, pemegang saham, dan daerah.
Komitmen terhadap Tata Kelola dan Transparansi
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), BSP berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas usaha berdasarkan prinsip profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan Good Corporate Governance (GCG).
Perusahaan senantiasa terbuka terhadap mekanisme pengawasan, audit, maupun evaluasi dari pemegang saham serta instansi yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BSP juga mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan penyampaian informasi yang utuh, berimbang, dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan. Komunikasi publik yang dibangun di atas fakta dan konteks yang lengkap akan menciptakan ruang diskusi yang sehat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap proses transformasi perusahaan.
Ke depan, BSP akan terus memfokuskan langkah pada penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan keandalan operasi, percepatan program strategis, peningkatan efisiensi, serta optimalisasi produksi sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi Pemerintah Kabupaten Siak selaku pemegang saham dan masyarakat luas.
Menutup keterangannya, Ardian Ardi menegaskan bahwa transformasi perusahaan membutuhkan konsistensi, tata kelola yang kuat, serta komitmen seluruh insan perusahaan.
“Transformasi perusahaan hanya dapat diwujudkan melalui tata kelola yang baik, operasi yang andal, serta komitmen seluruh insan perusahaan untuk menghadirkan kinerja yang semakin baik. Fokus kami adalah bekerja, menyelesaikan tantangan, dan menghasilkan manfaat nyata bagi daerah serta masyarakat," kata Ardian.