Bangkit dari Rugi, BSP Jadi Penopang Baru Ekonomi Siak di Tengah Tekanan Fiskal
PEKANBARU- Pemerintah Kabupaten Siak terus mencari sumber pendapatan alternatif di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat. Salah satu penopang yang mulai menunjukkan kinerja signifikan datang dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sektor migas, PT Bumi Siak Pusako (BSP).
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, Senin (20/4/2026), menyoroti keberhasilan BSP bangkit dari kondisi merugi sekitar USD14 juta pada 2024 menjadi mencatatkan keuntungan hingga Rp100 miliar pada awal 2026.
Menurut Afni, capaian tersebut menjadi bukti bahwa BUMD mampu beradaptasi dan menjadi sumber kekuatan ekonomi daerah di tengah keterbatasan fiskal.
“Ini menunjukkan bahwa kita tidak bisa hanya bergantung pada dana pusat. Daerah harus kreatif dan berani mendorong investasi serta memperkuat BUMD,” ujar Afni.
Selain BSP, geliat ekonomi Siak nantinya juga ditopang oleh Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) di sektor maritim yang baru saja ada investor membangun galangan kapal.
Kehadiran dua sektor strategis masing-masing migas dan industri maritim, kata Afni, dinilai menjadi indikator potensi besar Siak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dari berbagai lini.
Mantan wartawan itu menegaskan, kombinasi kekuatan darat melalui sektor migas dan laut melalui industri maritim menjadi modal penting bagi Siak untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah ke depan.
“Kita punya potensi besar, tinggal bagaimana dikelola dengan baik agar memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” kata bupati perempuan pertama di Siak itu. (*)